KEJAKSAAN NEGERI

Rejang Lebong

Berita Umum

TIM TANGKAP BURON (TABUR) KEJAKSAAN AGUNG BERSAMA TIM TABUR KEJATI MALUKU BERHASIL MENGAMANKAN BURONAN TINDAK PIDANA KORUPSI A.N. TERPIDANA ONG ONGGIANTO ANDREAS

Pada Selasa 09 Maret 2021 pukul 13:20 WITA, Tim Tabur Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejati Maluku berhasil mengamankan Buronan Tindak Pidana Korupsi atas nama Terpidana ONG ONGGIANTO ANDREAS di Royal Apartement Lantai 26 Kamar 03 Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang merupakan buronan dari Kejati Maluku.

Identitas Terpidana yang diamankan, yaitu:
Nama Lengkap : ONG ONGGIANTO ANDREAS
Tempat Lahir : Ambon
Umur/Tanggal Lahir : 39 Tahun / 02 September 1981
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kewarganegaraan :Indonesia Tempat Tinggal : Jalan Said Perintah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku
Agama : Kristen Protestan
Pekerjaan : Wiraswasta (Direktur CV. Aneka)
Pendidikan : SMA

Bahwa Terpidana ONG ONGGIANTO ANDREAS selaku Direktur CV. Aneka bersama dengan SAMUEL KOLOLU, M.KES yang saat itu menjabat Kepala Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Maluku dan HANNY SAMALLO yang saat itu sebagai PPK, telah membuat dan menandatangani SPMK fiktif tahun 2010 di BLK Maluku untuk kegiatan yang belum tercantum dalam DIPA. Bahwa SPMK kegiatan pengadaan obat dan pembekalan Kesehatan, peralatan Laboratorium dan peralatan pemeriksaan Napza pada Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Maluku yang dibiayai APBD TA 2010 telah diajukan oleh Terdakwa untuk jaminan kredit di Bank Maluku. Setelah kredit cair ternyata tidak bisa dibayar karena pekerjaan sebagaimana tercantum dalam SPMK tidak ada, dan akibat perbuatan Terdakwa telah merugikan keuangan daerah sebesar Rp. 2.250.000.000,-
Berdasarkan Putusan MARI Nomor : 1713 K/Pid.Sus/2013 tanggal 15 Januari 2014, Terpidana ONG ONGGIANTO ANDREAS dijatuhi pidana penjara selama 5 (lima) tahun serta dihukum membayar denda sebesar Rp. 300.000.000 subsidiair 6 (enam) bulan kurungan dan dihukum membayar uang pengganti Rp. 516.050.000.
subsidiair 1 (satu) bulan.
Terpidana ONG ONGGIANTO ANDREAS diamankan di Royal Apartement Lantai 26 Kamar 03 Kota Makassar, Sulawesi Selatan setelah sebelumnya melarikan diri sejak tahun 2014.